Senin, 05 Agustus 2019

Dear kakak,

Dunia tempatmu berpijak kini semakin gulita
Semakin samar membedakan mana kawan dan lawan
Cinta dan benci hanya sebuah elegi



Tipis mengetahui teman yang akhirnya ingin memakan
Atau cinta yang dibaliknya hanya memangsa
Jangan gadaikan ketulusanmu, lihatlah lebih dekat, gunakan kepala dan hatimu

Kenyataan kerap tak sesuai harapanmu
Kau tak perlu menjadi aku atau abimu untuk menghadapinya...
Jadilah dirimu sendiri, menembus batas tertinggi yang tak pernah kami hampiri

Jika lelah, istirahatlah...
Kita hanya manusia biasa, yang perlu menengadah dan mengadu pada Nya,
ketika kehabisan asa

Tapi ingat, hidup tak pernah mau menunggu
Bergeraklah...
Sebelum kau kehabisan waktu

Sabtu, 27 Oktober 2018

Dear, Bima...

Dear Bima, selamat datang di hatiku. Kaulah laki-laki ketiga setelah opamu dan abimu, yang menetap di sana.

Air dan Api

Tak ada yang percaya air dan api bisa hidup bersama
Tapi kita membuktikannya



Aku api dan kau airnya
Aku selalu menggelora, kerap melebihi daya
Dengan tetesanmu, perlahan ku mereda

Rabu, 24 Oktober 2018

Apa yang bisa membuat suami setia?

Suatu hari, saya bertemu dengan seorang mantan playboy kelas kakap. Sebut saja namanya Si Mas.

Waktu kuliah, si mas mengaku punya tiga pacar dalam waktu bersamaan. Dan tidak pernah ketahuan. Kuncinya, si mas ga punya nama panggilan khusus untuk pacar-pacarnya. Semua dipanggil sayang.

Suamiku, pahlawan ASIku

Setiap orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Begitu pula aku dan suamiku. Ketika anak kedua kami lahir, kami bertekad ingin memberikannya ASI eksklusif. Jika saat melahirkan anak pertama ASIku baru keluar dua hari kemudian, Alhamdulillah pada kelahiran kali ini, si dedek dapat langsung meminum ASI.

Dulu, si kakak harus mendapat campuran susu formula saat usianya memasuki dua bulan. Karena kala itu aku dan suamiku kurang ilmu dan pengalaman. Sehingga produksi ASIku yang terbilang sedikit di awal kelahiran, membuat aku terlalu cepat berputus asa.

"Kakaaak...kenapa lipstik mahal umi jadi buntung ginii?!"

Siang itu, ketika kami sedang berleha-leha di kamar, terdengar suara kemerusuk di pinggir kasur. Ternyata si kakak sedang anteng bermain sendiri. Sementara si ade, asik ngoceh-ngoceh di atas kasur sambil ditemani abi dan aku.

Waktu menunjukkan aku harus bersiap-siap liputan. Aku bangun hendak mandi dan bersiap-siap. Namun, belum sampai kaki ini melangkah, kulihat lipstikku terbuka. Si kakak ternyata sedang bermain-main dengan tas kerjaku. Lipstiku...kenapa lipstik mahalku terpisah dari tutupnya?!

Jual televisi atau mas kawin?!

Yogyakarta, 30/3/2018 - Suatu hari, saya main ke rumah mantan pacar semasa sekolah, yang kini menjadi teman. Tidak hanya dengan si mantan, saya juga kenal baik dengan kedua orang tuanya. Saya memang tidak sepercaya diri Milea yang memanggil orang tua Dilan dengan sebutan bunda dan ayah. Saya memanggil mereka om dan tante.

Semasa pacaran dulu, saya seringkali ngobrol dengan tante atau si om di telepon, ketika si mantan sedang tidak di rumah. Kami sering bercerita apa saja. (Kalau ini baru mirip Milea ðŸ¤ª). Tentang pelajaran di sekolah, tentang senangnya mereka karena si mantan dekat dengan saya.