Sabtu, 27 Oktober 2018

Dear, Bima...

Dear Bima, selamat datang di hatiku. Kaulah laki-laki ketiga setelah opamu dan abimu, yang menetap di sana.


Di awal kehadiranmu dalam tubuhku, kita memang jarang bicara. Karena aku terlalu sibuk bekerja sambil menjaga kakakmu yang kala itu ditinggal pengasuhnya. Aku juga repot mencari pengganti dan melerai berbagai permasalahan yang saat itu kurasa datang bertubi-tubi. .

Tapi kau tak pernah protes, bahkan selalu tenang dalam pelukan rahimku. Ku rasakan batin kita bicara. Katamu “tenang ummi, semua akan baik-baik saja”. Mungkin tak ada yang percaya, tapi aku benar merasakannya. Kau memberi kekuatan pada diri ini, untuk terus bertahan dan berdoa sampai Allah SWT memberikan cerahnya.

Wahai anak laki-laki kesayanganku, kehadiranmu kini menjadi cahaya kedua bagi keluarga kita. Kau memberi kebahagiaan dua kali lipat dari sebelumnya. .

Hingga setahun usiamu kini, kau tetap lebih memilih “nenen” ketimbang berbagai hadiah. Kau senang menggigiti ujung hidungku sampai aku meringis dan kau tertawa. Kau gemar merangkak, mencari dan mengejar kemanapun aku berada. Senyum dengan dua gigi depanmu lah yang membuatku ingin cepat sampai di rumah.

Bima, terbanglah ke awan, buka wawasan seluas Galaksi. Hingga kau sadari betapa kuasanya Illahi menciptakan semua ini. Jadilah laki-laki kuat yang berhati lembut layaknya Bimasena, dan jadilah fenomena yang ditunggu-tunggu kedatangan sekaligus menjadi tanda kekuasaan Nya, wahai cintaku Galaksi Bima Sakti.

Semoga Allah senantiasa menjaga dan memberkahimu. Semoga kelak kau menjadi anak soleh, laki-laki bijaksana dan imam panutan. We love you Bima...😘

28 Januari 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar